pentingnya pengembangan kurikulum sebagai upaya memajukan pendidikan
PENTINGNYA PENGEMBANGAN KURIKULUM SEBAGAI UPAYA MEMAJUKAN PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas suatu bangsa. Di massa reformasi yang juga diikuti oleh pemberlakuan otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang nomor 2 tahun 1999 serta Undang-undang nomor 25 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah memiliki dampak logis pada kewenangan daerah yang semakin otonom, termasuk di dalamnya menyangkut Pendidikan. Pendidikan adalah salah satu investasi yang akan menghasilkan manusia-manusia yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pembangunan suatu bangsa. Yang memiliki mutu dan kualitas serta manfaat (benefit) individu, social atau institusional akan diperoleh secara bervariasi. Akan tetapi, manfaat individual tidak akan diperoleh secara cepat (quick yielding), tetapi perlu waktu yang cukup lama, bahkan bisa satu generasi bidang pendidikan. Maksudnya dalam hal ini adalah sistem yang berkesinambungan dan berkelanjutan (continue).
Pendidikan juga tidak bisa dilepaskan oleh sistem cara kerja dalam implementasi (penerapannya) terhadap suatu manajemen yang juga sebagai pendukung sistem pendidikan dalam pengaplikasian kurikulum yang sifatnya tidak tetap dan selalu berubah-ubah. Namun, hal tersebut terjadi karena demi kepentingan serta kebaikan bersama dalam mewujudkan visi dan misi demi mencapai suatu hasil yang optimal, dalam hal ini khususnya dunia pendidikan untuk generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing dalam dunia globalisasi
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pendidikan. Di dalamnya tidak hanya mengandung rumusan tujuan yang harus dicapai, tetapi juga pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap anak didik.Begitu pentingnya fungsi dan peran kurikulum dalam menentukan keberhasilan pendidikan, karena itu kurikulum harus dikembangkan dengan fondasi yang kuat.
Pengembangan kurikulum pada hakekatnya adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarinya.
David Pratt (1980) mengemukakan bahwa istilah lebih mengena dibandingkan dengan pengembangan yang mengandung konotasi. Desain adalah proses yang disengaja tentang suatu pemikiran , perencanaan dan penyeleksian bagian-bagian, tehnik dan prosedur yang mengatur suatu tujuan atau usaha. Dengan pengertian tersebut, pengembangan kurikulum diartikan sebagai proses atau kegiatan yang disengaja dan dipikirkan untuk menghasilkan sebuah kurikulum sebagai pedoman dalam proses dan penyelenggaraan pembelajaran oleh guru di sekolah.
Seller dan Miller (1985) mengemukakan bahwa proses pengembangan kurikulum adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terus menerus, yang meliputi Orientasi, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.Seller memandang bahwa pengembangan kurikulum harus dimulai dari menentukan orientasi, yakni kebijakan-kebijakan umum meliputi enam aspek : tujuan pendidikan, pandangan tentang anak, pandangan tentang proses pembelajaran, pandangan tentang lingkungan , konsepsi tentang peranan guru, dan evaluasi. Berdasarkan orientasi selanjutnya dikembangkan kurikulum menjadi pedoman pembelajaran, diimplementasikan dalam bentuk proses pembelajaran dan dievaluasi. Dari pendapat Seller tersebut, pengembangan kurikulum pada hakekatnya adalah pengembangan komponen-komponen yang membentuk sistem kurikulum itu sendiri serta pengembangan komponen pembelajaran.
Dari penjabaran tersebut kita dapat mengetahui hakikat kurikulum adalah suatu program yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. Makna kurikulum akan dapat dirasakan manakala diaplikasikan, pengaplikasian akan semakin terarah jika sesuai dengan kurikulum rencana, dan selanjutnya hasil pengaplikasian tersebut akan memberikan masukan untuk penyempurnaan rancangan. Inilah hakekat pengembangan kurikulum yang selalu berputar, berjalan, dan membentuk suatu siklus.
Dengan beragamnya pendapat mengenai pengertian kurikulum maka secara teoritis kita agak sulit menentukan satu pengertian yang dapat merangkum semua pendapat. Menurut Hamid Hasan (1988), sebenarnya kurikulum ini bukanlah merupakan sesuatu yang tunggal. Istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian, dimana antara satu dimensi dengan lainnya saling berkaitan. Keempat dimensi kurikulum tersebut sebagai berikut.
- Kurikulum sebagai suatu ide
- Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide
- Kurikulum sebagai kegiatan yang sering pula disebut dengan istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum secara teoritis dimensi kurikulum ini adalah pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis
- Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan.
PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pembuat kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.
Dalam mengembangkan kurikulum, haruslah mempunyai alasan-alasan yang kuat. Alasan-alasan pengembangan kurikulum tersebut adalah:
- Menjawab atau antisipasi yang merupakan kemajuan ilmu tekhnologi.
Kurikulum haruslah bersifat dinamis. Yang dimaksud dinamis yaitu senantiasa berubah menyesuaikan keadaan supaya dapat memantapkan belajar dan hasil belajar. Kurikulum yang tidak sesuai dengan tuntutan social, Tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga tidak sesuai dengan dunia kerja akan menyebabkan sebuah problem, karena itu haruslah dirubah dan dikembangkan kurikulum tersebut.
- Memenuhi kebutuhan yang ada dalam masyarakat dan untuk meningkatkan kemajuan masyarakat.
Dengan dikembangkan nya suatu kruikulum maka pendidikan yang ada di masyaraka baik pendidikan formal maupun non formal akan mengalami peningkatan . dengan adanya peningkatantersebut maka masyarakat akan mengalami perubahan kearah yang lebih baik pula baik pengetahuan maupun pola kehidupan nya dan apabila pemenuhan tersebut telah terpenuhi maka masyarakat akan mengalami kemajuan .
- Memenuhi kebutuhan peserta didik.
Perubahan cara pandang kurikulum, dari kurikulum sebagai alat menjadi kurikulum sebagai tujuan atau akhir yang akan dicapai. Karena hasil belajar yang diharapkan merupakan dasar bagi perencanaan dan perumusan berbagai tujuan kegiatan pembelajaran.
Manfaat Kurikulum
Manfaat kurikulim dibagi menjadi tiga, yaitu: 1. Manfaat Kurikulum Bagi Guru, 2. Manfaat Kurikulum Bagi Sekolah, dan Manfaat Kurikulum Bagi Masyarakat.
Manfaat kurikulum bagi guru
a. Kurikulum sebagai pedoman bagi guru dalam merancang, malaksanakan, dan menilai kegiatan pembelajaran
b. Membantu guru untuk memperbaiki situasi belajar.
c. Membantu guru menunjang situasi belajar ke arah yang lebih baik.
d. Membantu guru dalam mengadakan evaluasi kemajuan kegiatan belajar mengajar.
e. Memberikan pengertian dan pemahaman yang baik bagi guru untuk menjalankan tugas f. Mendorong guru untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan.
Manfaat kurikulum bagi sekolah
a.Kurikulum dijadikan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuanpendidikan, baik itu dalam tujuan nasional, institusional, kurikuler, maupun dalam tujuan instruksional. Dengan adanya suatu kurikulum maka tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu dapat tercapai.
b. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan (KTSP).
c. Memberi peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan (KTSP).
Manfaat kurikulum bagi masyarakat
a. Sebagai acuan untuk berpartisipasi dalam membimbing putra/putrinya di sekolah (dalam hal ini orang tua sebagai bagian dari masyarakat).
b. Dengan mengetahui suatu kurikulum sekolah, masyarakat dapat berpartisipasi dalam rangka memperlancar program pendidikan, serta dapat memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah.
Manfaat kurikulum bagi OrangTua
Bagi orang tua, kurikulum bermanfaat sebagai bentukadanya partisipasi orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukanputra putrinya. Bantuan yang dimaksud dapat berupa konsultasi langsungdengan sekolah/guru mengenai masalah-masalah menyangkut anak-anakmereka. Bantuan berupa materi dari orang tua anak dapat melalui lembaga BP-3. Dengan membaca dan memahami kurikulum sekolah, para orang tua dapatmengetahui pengalaman belajar yang diperlukan anak-anak mereka, sehinggapartisipasi orang tua ini pun tidak kalah pentingnya dalam menyukseskan proses belajar mengajar disekolah.
Bagi orang tua, kurikulum bermanfaat sebagai bentukadanya partisipasi orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukanputra putrinya. Bantuan yang dimaksud dapat berupa konsultasi langsungdengan sekolah/guru mengenai masalah-masalah menyangkut anak-anakmereka. Bantuan berupa materi dari orang tua anak dapat melalui lembaga BP-3. Dengan membaca dan memahami kurikulum sekolah, para orang tua dapatmengetahui pengalaman belajar yang diperlukan anak-anak mereka, sehinggapartisipasi orang tua ini pun tidak kalah pentingnya dalam menyukseskan proses belajar mengajar disekolah.
Manfaat kurikulum bagi Siswa
Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar tersusunmerupakan suatu persiapan bagi anak didik. Anak didik diharapkanmendapatkan sejumlah pengalaman baru yang dikemudian hari dapatdikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar dapat memenuhibekal hidupnya nanti. Kalau kita kaitkan dengan pendidikan Islam, pendidikanmestinya diorientasikan kepada kepentingan peserta didik, dan perlu diberibekal pengetahuan untuk hidup pada zamannya kelak.
sumber : https://nandahandoyo04.wordpress.com/2013/11/17/pentingnya-pengembangan-kurikulum-sebagai-upaya-memajukan-pendidikan/
sumber : https://nandahandoyo04.wordpress.com/2013/11/17/pentingnya-pengembangan-kurikulum-sebagai-upaya-memajukan-pendidikan/
Komentar
Posting Komentar